Jumat, 12 Januari 2018

FERA EKA



Suka Shopping dan Kuliner

            MENJADI seorang istri, tidak pernah terbatas untuk berekspresi. Apalagi, sang suami mendukung sepenuh hati.

            Seperti itulah kesuksesan Fera Eka, Pengusaha muda asal Desa Pontang, Ambulu. 

            Sulung dua bersaudara anak tokoh petani tembakau Jember, Ponimin Tohari, di kenal sukses membangun usaha wisata yang dia beri nama Dira. Sebuah usaha yang di ambil dari akronim nama dia dan suami, Andik-Fera.

            Nama Dira begitu popular. Bahkan, Dira Park yang di bangun di seberang Pontang Jaya Water Boom, menjadi salah satu destinasi wisata air terfaforit di Jember. Tempat wisata yang di bangun suami istri putra daerah Jember, itu kini banyak di kunjungi wisatawan luar daerah.

           

Kamis, 11 Januari 2018

HAYAH EL NABILA



   Aktif di Pergerakan Mahasiswa


            HAYAH El Nabila tak canggung ketika menjadi orator dalam sebuah demonstrasi. Dia begitu lantang memberikan kritikan atas kesalahan. Kemampuan itu di dapat karena tak hanya berada di ruang kelas, tetapi mengikuti organisasi intra dan ekstra kampus.

            “Kuliah saja tidak cukup, harus lebih aktif,” kata mahasiswa IAIN Jember tersebut. Sejak masih mahasiswa baru, perempuan asal Sumenep itu sudah tertarik dengan organisasi. Sehingga ikut aktif dalam himpunan mahasiswa program studi.

            Di sana, dia mulai belajar banyak hal, tak hanya Keilmuan, tetapi juga cara bersosialisasi dengan orang lain. Begitu juga dengan cara berkomunikasi terhadap orang yang berbeda pendapat. Sehingga bisa saling memahami.

          

Rabu, 10 Januari 2018

YULISTYOWATI



       Prihatin perdagangan orang

      YULISTYOWATI, mahasiswa Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Jember (FH Unej) sangat prihatin terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sebab, meski sudah menerapkan berbagai strategi pemberantasannya, nyatanya sindikat perdagangan manusia masih saja menelan korban.

            Fenomena inilah yang kemudian menarik perhatian yulistyowati untuk mengkajinya secara serius dan perspektif ilmu hukum. “Memang pemberantasannya butuh upaya ekstra keras. Walau pelakunya terus di tangkap, tetapi belum menyentuh aktor intelektualnya,”tutur yuli, sapaan karibnya. Karena itu, TPPO di jadikan bahan penulisan tesisnya.

           

Selasa, 09 Januari 2018

VONY INDAH PURWATI



       Lirik Pasar Kuliner

    GAIRAHmasyarakat untuk berburu makanan alias kuliner di Jember sedang bagus-bagusnya. Pasar inilah yang kini di lirik Vony Indah Purwati untuk menggeluti kuliner. Bahkan, untuk menangkap pasar potensial ini, dirinya merelakan butiknya untuk membuka pasar kuliner. Apalagi, ini juga sesuai dengan hobinya memasak.

            “Kembali ke hobi lama, saya memang suka memasak,” ucap perempuan kelahiran Bondowoso, 20 Februari 1979 silam itu. Sehingga sejak beberapa tahun terakhir alumnus Jurusan Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Surabaya ini pun berkonsentrasi untuk mengembangkan usaha kulinernya tersebut.

           

Senin, 08 Januari 2018

ELVINA



                   Rutin Olahraga

    MEMILIKI tubuh dan jiwa yang sehat selalu menjadi impian bagi setiap orang, termasuk Elvina. Perempuan kelahiran Jember, 11 Mei 1993 ini pun selalu mencoba olahraga di setiap kesempatan, terutama untuk berlari.

            Bahkan, Elvina ingin selalu rutin berlari tiap sore, di Alun-alun Jember. “Kalau olahraga memang suka, terutama lari,” tutur putri pasangan R. Sunaryo dan Sukismina ini.

          

Minggu, 07 Januari 2018

PUTRI KARUNIAWATI



         Ingin Selalu Mandiri

MENJADI anak kos yang jauh dari kampung halaman, rupanya semakin menguatkan mental mandiri bagi Putri Karuniawati. Dia tak ingin mengandalkan suntikan dana kuliah dari orang tuanya. Kebetulan Putri sudah memiliki usaha sendiri.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember itu memang jadi anak tunggal pasangan suami istri Mujiono dan Mukawati.

“Tak semua anak tunggal hidup dalam serba kemanjaan, loh,” selorohnya.


Sabtu, 06 Januari 2018

HELDA PROBONINGRUM



             Pimpin Senior



            MEMIMPIN tim dengan pasukan yang relatif lebih senior tidaklah mudah. Rasa canggung, tak enak, atau kecenderungan tak di gubris kerap kali jadi hambatan utama yang mesti di hadapi.

            Helda Proboningrum , 29, pada akhirnya menapaki posisi manajer marketing setelah hampir satu dekade berkarir di lembaga keuangan tempat nya bekerja. Bisa di bilang, karirnya cukup moncer.

            Awal menduduki kursi lebar manajer, Helda mengaku kikuk jika mesti memberi arahan kepada rekan-rekan yang lebih banyak makan asam garam dari pada diri nya. “Awalnya  saya merasa tak enak jika memberi perintah pada mereka,” ujarnya.