Kultur Religius
LULUK Darmawan,
42, sebelumnya tidaklah sereligius sekarang dalam menjalani kehidupannya.
Perubahan itu terjadi beberapa tahun belakangan, setelah beragam sengkarut
kehidupan menjeratnya.
Lantas, dia mulai berkenalan dengan
pola-pola spiritual sebagai bagian integral dalam mengikhtiari penyelesaian
ragam masalah dan tujuan hidup. Luluk sendiri lebih gemar mengistilahi metode
tersebut dengan pendekatan otak kanan.
Setelah dengan ajek menerapkan
pendekatan otak kanan, betapa kemudian dia menemukan banyak keluwesan dan
menapaki dan melampaui dinamika kehidupan.
Dia yakin betul, tangan Tuhan akan menggamitnya selama ikhtiar lahirnya di padupadankan dengan ikhtiar batin. “Sedekah dan solat tepat waktu secara rutin menjadi dua dari beberapa amalan yang memiliki power luar biasa,” ujarnya.
Berawal dari tiga tahun silam saat
hidup nya merosot hingga ke titik bawah, lantas membuat nya kepentok kerasnya
lantai kehidupan. Namun, sebagaimana yang Tuhan janjikan, bahwa setiap
permasalahan selalu datang Satu paket dengan solusinya. Senyampang mau
berusaha, jalan keluar bakal tersibak.
Perjalanan waktu menggiringnya
berkenalan dengan banyak kiat penyesalan masalah berpendekatan spiritual. Berangsur-angsur,
wawasan baru tersebut mulai masuk ke dalam pemahaman nya. Salah satunya konsep
sedekah yang mampu memudahkan distribusi rezeki dan pertolongan dari Tuhan.
Dia kemudian begitu yakin jika dalam
perkara rezeki, hitung-hitungan konvensional tidak lebih dari speudo-matematis.
Bahkan pada hakikat nya, harta yang di sedekahkan bukan berkurang jumlahnya,
akan tetapi justru bertambah berlipat-lipat.
Hal ini baginya lebih dari sekadar
keyakinan. Bukti empiris yang dia alami, dalam kehidupan keluarga dan pekerjaan
sudah banyak membuktikan.
Dalam hal profesi, dia merupakan
salah satu pejabat di tingkat manajerial pada salah satu lembaga keuangan.
Luluk sering mengarahkan stafnya untuk mengikuti pola-polanya spiritual yang
dia buktikan kemujarabannya itu sebelum, selama, dan usai menjalankan aktivitas
kantor.
Tak ayal, kultural religius merembes berangsur-angsur ke dalam lingkungan kantor tempat nya
bekerja. Sebagaimana yang juga terjadi di internal keluarganya. (was/cl/hdi)
SUMBER: JP-RJ Sabtu 9
September 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar